“Sambil menunggu jalur tersebut kembali digunakan untuk melayani angkutan CPO dari PKS menuju ke stasiun, saat ini lokasi tersebut banyak digunakan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata fotografi,” kata Anwar.
Meskipun layanan angkutan komoditas perkebunan dari jalur tersebut terakhir tercatat aktif pada 2025 dan saat ini belum beroperasi kembali, KAI Divre I Sumayera Utara tetap melihat potensi besar pengembangan angkutan barang di masa mendatang seiring dengan kesiapan layanan dan kebutuhan pengiriman komoditas.
“Stasiun Padang Halaban adalah bukti nyata bagaimana perkeretaapian mampu bertransformasi dari sarana pengangkut hasil bumi menjadi jembatan mobilitas masyarakat sekaligus penopang distribusi logistik. KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat dan mengoptimalkan peran strategis ini demi mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara,” tutup Anwar.(Anggi)












