Kota Medan

Dibuka Pasar Murah 151 Kelurahan Kota Medan Selama Ramadhan, Menjaga Harga, Menjaga Kepercayaan

95
×

Dibuka Pasar Murah 151 Kelurahan Kota Medan Selama Ramadhan, Menjaga Harga, Menjaga Kepercayaan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Di lapangan Warna-Warni Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis pagi, 12 Februari 2026, ratusan warga berbaris rapi di bawah terik matahari.

Di tangan mereka, kupon belanja dan harapan akan harga yang lebih bersahabat menjelang Ramadan.

Di atas panggung sederhana, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, membuka secara resmi Pasar Murah Pemerintah Kota Medan.

Namun pembukaan itu bukan sekadar seremoni. Rico menyelipkan peringatan keras kepada jajarannya: distribusi harus tepat sasaran dan bebas dari praktik kecurangan.

“Jangan sampai masyarakat sudah senang dengan adanya pasar murah ini, tapi begitu sampai di kelurahan barangnya tidak ada. Baru dua hari sudah habis. Saya minta sistemnya diatur, jangan ada orang dalam yang bermain,” ujarnya.

Program ini berlangsung 12 Februari hingga 12 Maret 2026 dan digelar serentak di 151 kelurahan se-Kota Medan.

Skemanya dirancang agar tak terpusat di satu titik, melainkan mendekat ke lingkungan warga. Bagi pemerintah kota, Ramadan bukan sekadar momentum religius, tetapi juga periode lonjakan kebutuhan rumah tangga—dari belanja harian hingga persiapan Idulfitri.

Untuk itu, Pemko Medan menggelontorkan subsidi lebih dari Rp 4 miliar. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Capah, merinci total subsidi mencapai Rp 4.170.656.500.

“Ini langkah untuk mengendalikan harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.

Beras menjadi komoditas utama. Total stok disiapkan 430 ton. Rico menghitung, jika satu ton dibagi dalam kemasan 5 kilogram, maka 400 ton saja bisa menjangkau 80 ribu warga.

Ia menegaskan beras yang dijual bukan beras program stabilisasi harga pangan (SPHP), melainkan beras medium menuju premium dengan harga Rp 11.600 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp 15 ribu.

Sejumlah komoditas lain juga dipangkas harganya: gula pasir dari Rp 18.500 menjadi Rp 15.200 per kilogram, tepung terigu dari Rp 10.500 menjadi Rp 8.600, telur dari Rp 1.900 menjadi Rp 1.350 per butir, hingga minyak goreng dari Rp 20.500 menjadi Rp 17.700 per liter. Sirup dan margarin—komoditas yang lazim hadir di meja Lebaran—ikut didiskon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *