Bagi Rico, angka-angka itu bukan semata statistik. Ia menyebut pasar murah sebagai instrumen menjaga stabilitas sosial.
“Pemko Medan berkomitmen memperhatikan kebutuhan warga. Apalagi menjelang puasa, kebutuhan pokok pasti meningkat,” ujarnya.
Pembukaan pasar murah dirangkai dengan penyerahan sembako bagi warga kurang mampu. Hadir dalam acara itu Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsun, serta para camat.
Di tengah fluktuasi harga pangan nasional, langkah ini menjadi ujian manajemen distribusi pemerintah kota.
Subsidi besar dan stok melimpah tak berarti jika tak sampai ke tangan yang tepat. Karena itu, Rico menekankan satu hal: menjaga harga penting, tetapi menjaga kepercayaan publik jauh lebih krusial.
Ramadan tinggal menghitung hari. Di Medan, pasar murah bukan hanya soal diskon, melainkan tentang bagaimana negara—dalam skala kota—hadir di dapur warganya.(Anggi)












