“Bantuan ini wajib tepat sasaran. Sudah didata secara sistem, dan harus sampai ke yang berhak,” tegasnya.
Pesan itu jelas: bantuan bukan ruang abu-abu, apalagi ladang kepentingan pribadi.
Ujian Perdana yang Dipertanyakan
Ironisnya, informasi yang beredar menyebutkan bahwa oknum kepala lingkungan tersebut baru pertama kali menjabat. Alih-alih jadi awal yang baik, masa tugas perdananya justru diwarnai sorotan.
Publik pun mulai bertanya: ini soal ketidaksiapan, atau memang ada yang sengaja “dimainkan”?
Catatan Kritis: Bantuan Itu Hak, Bukan Hadiah
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa bantuan sosial adalah hak warga yang telah terdata, bukan fasilitas yang bisa disaring berdasarkan suka atau tidak suka.
Aparatur di tingkat lingkungan seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan, bukan titik lemah yang justru menghambat hak masyarakat.
Jika dugaan ini benar, maka bukan hanya etika yang dilanggar—tetapi juga kepercayaan publik yang dipertaruhkan.***(Tim)












