TERITORIAL24.COM, BLITAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar menggelar evaluasi pelaksanaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 sekaligus menyusun rencana kegiatan untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Ilhami, Jl. Raya Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Rabu (19/11/2025).
Dalam forum evaluasi tersebut, Disperindag menghadirkan narasumber dari Bagian Perekonomian Setda Pemkab Blitar serta perwakilan Gaperoma.
Para narasumber memberikan pemaparan dan masukan terkait strategi optimalisasi pemanfaatan DBHCHT, khususnya di sektor industri hasil tembakau.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program yang dibiayai DBHCHT berjalan efektif dan tepat sasaran.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah pelatihan pelintingan rokok yang telah digelar dalam beberapa tahap bekerja sama dengan sejumlah perusahaan rokok.
“Pelatihan pelintingan rokok menjadi salah satu upaya kami meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya para peserta yang terlibat langsung dalam industri hasil tembakau,” ujar Darmadi.
Selain pelatihan pelintingan, Disperindag juga mengevaluasi program pelatihan penguatan SDM karyawan pabrik rokok.
Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas perusahaan.
Untuk rencana kegiatan DBHCHT tahun 2026, Darmadi menyampaikan bahwa Disperindag akan tetap melanjutkan program-program yang terbukti efektif pada tahun sebelumnya. Pelatihan penguatan SDM dan pelatihan pelintingan rokok kembali ditempatkan sebagai agenda prioritas.
“Melalui pelatihan penguatan SDM, kami berharap karyawan pabrik rokok dapat meningkatkan keterampilan dan kinerjanya. Sedangkan pelatihan pelintingan rokok kami dorong agar peserta mampu menguasai teknik pelintingan secara profesional,” imbuhnya.
Dengan evaluasi rutin dan penyusunan rencana yang terarah, Disperindag berharap pemanfaatan DBHCHT tahun mendatang dapat memberikan dampak lebih besar bagi peningkatan kualitas SDM serta penguatan industri hasil tembakau di Kabupaten Blitar.(ADV/kmf/didik)












