Advertorial

Dorong Swasembada Bibit, DKPP Blitar Manfaatkan Dana Cukai untuk Bimtek Petani Tembakau

299
×

Dorong Swasembada Bibit, DKPP Blitar Manfaatkan Dana Cukai untuk Bimtek Petani Tembakau

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR –

Upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas tembakau lokal terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memanfaatkan sebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025 untuk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus bagi petani tembakau.

Fokus utama pelatihan ini adalah pada proses persemaian, agar para petani mampu memproduksi bibit sendiri sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Hal ini dilakukan sebagai solusi atas kendala klasik yang kerap dihadapi petani saat musim tanam, yaitu sulitnya memperoleh bibit yang berkualitas dan tepat waktu.

“Bimtek ini penting karena banyak petani kesulitan mendapatkan bibit saat musim tanam tiba. Kami ingin mereka bisa menyemai sendiri, bahkan menjadikan bibit sebagai sumber penghasilan tambahan,” ujar Lukas Supriyatno, Kepala Bidang Perkebunan DKPP Kabupaten Blitar, Jumat(18/7/2025)

Program pelatihan berlangsung selama satu bulan pada Mei 2025, dengan lokasi pelaksanaan di lima kecamatan sentra tembakau, yakni Wates, Wonotirto, Gandusari, Selopuro, dan Talun.

Dalam pelatihan ini, para petani diajarkan mulai dari cara memilih benih unggul, teknik penyemaian, hingga perawatan bibit agar tumbuh sehat dan siap tanam.

Menariknya, kegiatan ini juga didukung oleh tim ahli dari PT Djarum serta BSIP Tanaman Pemanis dan Serat, yang memberikan pendampingan teknis langsung di lapangan.

Selain itu, petani juga difasilitasi sarana penunjang untuk memperlancar proses penyemaian dan produksi bibit.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program ini membawa dampak perubahan pola pikir petani. Mereka tidak lagi hanya bergantung pada hasil panen, tetapi mulai melihat potensi ekonomi sejak tahap awal produksi.

“Ini bukan hanya soal mencukupi kebutuhan bibit secara mandiri, tapi juga membuka peluang usaha baru. Petani bisa memperoleh keuntungan ganda, dari penjualan bibit dan hasil panen tembakau itu sendiri,” tambah Lukas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *