Dia juga memaparkan, pelaksanaan penanaman jagung tersebut merupakan aktivitas kedua yang dilaksanakan Lapas Kelas II A Labuhan Ruku di areal itu. Dimana sebelumnya, aktivitas yang sama juga telah dilakukan dengan memanfaatkan sebagian atau seluas 5,5 hektar lahan tersebut dengan hasil yang cukup memuaskan.
Rianto menambahkan, program pertanian pertanian itu sangat baik, selain mendukung ketahanan pangan, juga memberikan edukasi kepada warga binaan yang telah memenuhi asesmen. Sehingga saat mereka bebas, terutama warga binaan asal Asahan, mereka telah memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup.
“ Saya berharap keterampilan yang mereka peroleh selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal warga binaan untuk memulai kehidupan baru dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.” imbuh Rianto.(gan).












