TERITORIAL24.COM, MEDAN — Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, menegaskan bahwa pembangunan kota pada dasarnya harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, bahkan dalam hal sederhana seperti urusan parkir. Hal itu ia sampaikan saat sidang paripurna penyampaian pendapat fraksi-fraksi terkait perubahan APBD 2025, Senin (29/9/2025).
Menurut Afif, perubahan APBD jelang akhir tahun anggaran 2025 perlu tetap mengacu pada prioritas yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia mencontohkan masalah parkir, yang kelihatannya sepele tapi setiap hari bikin warga geram.
“Banyak warga sudah bayar stiker berlangganan, tapi di lapangan masih saja ditarik tunai oleh juru parkir. Belum lagi cerita soal pungli, tarif parkir naik sesuka hati, karcis diubah seenaknya. Ini melukai rasa keadilan warga,” kata Afif.
Karena itu, Fraksi Nasdem mendorong agar Pemko Medan serius merevisi tata kelola parkir. Baginya, ini bukan semata soal regulasi, tapi juga soal keadilan, kepastian, dan kepercayaan publik kepada pemerintah.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen serta dihadiri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Afif menyampaikan bahwa Fraksi Nasdem menerima dan menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2025 untuk ditetapkan menjadi Perda.
Berdasarkan hasil pembahasan Badan Anggaran DPRD Medan, postur perubahan APBD 2025 mencatat:
Pendapatan daerah sebesar Rp6,96 triliun
Belanja daerah Rp7,07 triliun
Pembiayaan penerimaan Rp105,07 miliar
Pembiayaan pengeluaran nihil, sehingga pembiayaan netto Rp105,07 miliar
“Kami berharap parkir di Kota Medan tidak lagi jadi beban, tapi justru bukti kehadiran pemerintah dalam hal paling sederhana sekalipun,” tutup Afif.(Anggi)












