TERITORIAL24.COM, SIBOLGA – Kalau biasanya maling ngincar motor, handphone, atau barang-barang elektronik, yang satu ini agak unik.
Di Sibolga, seorang warga nekat mencuri dua pintu kamar mandi dari Taman Alun-Alun Kota. Bukan karena kepepet pengen renovasi rumah, tapi murni aksi pencurian dengan pemberatan. Polisi pun langsung gerak cepat, dan pelaku berhasil dicokok.
Kasus ini terungkap setelah Pemerintah Kota Sibolga, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (PARPORA), kehilangan dua pintu aluminium yang terpasang di fasilitas kamar mandi umum Alun-Alun.
Kejadian itu dilaporkan resmi ke Polres Sibolga pada Senin, 4 Agustus 2025.
Menurut Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rudi S. Panjaitan, pencurian diperkirakan terjadi dini hari sebelumnya, pada Minggu, 3 Agustus sekitar pukul 02.00 WIB. Pelapor, Ahmad Fajrin Telaumbanua, mengonfirmasi kehilangan setelah mendapat laporan dari sekretaris Dinas PARPORA, Roma Br Sinaga. Kerugian ditaksir mencapai Rp 3 juta.
Berkat informasi warga (yang, mungkin, belum bisa move on dari kejadian pintu raib begitu saja), polisi menerima kabar adanya seseorang yang dicurigai terlibat, dan diamankan warga di sekitar Jl. Diponegoro, kawasan Stadion Horas.
Pelaku berinisial AG alias A (44 tahun), seorang buruh nelayan dari Kelurahan Pasar Belakang, tak berkutik saat ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Sibolga.
“Pelaku kita amankan bersama dua pintu aluminium dan barang bukti lain seperti obeng serta dokumen kepemilikan fasilitas taman,” ujar AKP Rudi, yang tampaknya sudah sering menangani kasus lebih kompleks daripada urusan pintu kamar mandi ini.
AG saat ini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 363 KUHP.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan ada teman satu frekuensi yang membantu mencuri, atau setidaknya ikut memikul pintu malam-malam.
Pihak Polres juga sudah memintai keterangan dari beberapa saksi, termasuk Roma Br Sinaga dan seorang nelayan bernama Aunar Alam Tanjung.
Penyelidikan masih terus berjalan, termasuk menelusuri alat bantu lain yang digunakan AG dalam aksinya yang, secara teknis, cukup repot kalau cuma sendirian.












