Deli Serdang - Serdang Bedagai

Genjot Perekonomian Nelayan, Rehabilitasi Tiga TPI di Deli Serdang Dimulai

345
×

Genjot Perekonomian Nelayan, Rehabilitasi Tiga TPI di Deli Serdang Dimulai

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memulai rehabilitasi tiga Tempat Pendaratan Ikan (TPI) secara serentak di tiga kecamatan, yakni Percut Sei Tuan, Pantai Labu, dan Hamparan Perak.

Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan di TPI Bagan Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa, 14 Oktober 2025.

Bupati Asri Ludin mengatakan, rehabilitasi TPI merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ekonomi pesisir.

“Hari ini, di tiga kecamatan, kita berupaya mengangkat harkat dan martabat nelayan agar memiliki tempat yang layak untuk bekerja dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Menurut Asri Ludin, pembangunan TPI tidak sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya menyeluruh memperbaiki sistem ekonomi nelayan.

“Bangunan ini bukan hanya simbol pembangunan atau penghabisan anggaran, tapi simbol perubahan. Setelah ini, kita harus bersinergi agar nelayan tidak hanya menangkap ikan, tapi juga mampu menjual hasil tangkapannya dengan lebih baik,” kata dia.

Ia menambahkan, masyarakat miskin ekstrem turut dilibatkan dalam pelaksanaan proyek di tiga kecamatan tersebut.

“Semua pembangunan harus melibatkan mereka. Tapi saya berharap mereka juga bekerja sungguh-sungguh. Keluar dari kemiskinan bukan hanya karena diberi kerja, tapi juga karena ada semangat dari dalam diri,” ujarnya.

Asri Ludin juga berharap hasil tangkapan nelayan dapat mendukung pasar tradisional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Deli Serdang.

“Apapun yang kita bangun tidak akan berarti kalau tidak disinergikan. Mari maksimalkan anggaran dengan prioritas yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ucapnya.

Salah seorang nelayan, Samsir Buhori, menyambut baik rehabilitasi TPI yang telah lama dinantikan. Ia berharap pemerintah juga memberi perhatian pada pendangkalan sungai dan perbaikan akses jalan menuju TPI.

“Kalau sungai dangkal, nelayan harus menunggu 4–5 jam baru bisa mendarat, akibatnya ikan bisa busuk,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *