Salah seorang alumni, M. Taufik Batubara, menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Menurutnya, evaluasi terhadap pengelolaan Fakultas Pertanian diperlukan agar fakultas dapat kembali berkembang dan memiliki nilai tambah yang lebih baik.
“Perlu dilakukan evaluasi terhadap Dekan Fakultas Pertanian UISU karena sampai saat ini belum terlihat kemajuan maupun pertambahan nilai bagi fakultas,” ujar Taufik dalam forum tersebut.
Alumni Siapkan Program Ketahanan Pangan
Selain memilih kepengurusan baru, Musyawarah II IKA Fakultas Pertanian UISU juga diharapkan menjadi titik awal penguatan hubungan antara alumni dan almamater.
Para alumni mendorong agar ke depan kerja sama dapat dibangun secara komprehensif dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan pertanian.
Beberapa bidang yang dinilai potensial untuk dikembangkan antara lain program ketahanan pangan, penyediaan benih, pengelolaan serta perbaikan lahan pertanian, hingga pengembangan berbagai program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Alumni berharap IKA Fakultas Pertanian UISU tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian sekaligus membantu memperkuat eksistensi Fakultas Pertanian UISU.
Dengan terpilihnya kembali H. Edy Koesriadi, SP, para alumni berharap kepengurusan periode 2026-2031 dapat membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pihak fakultas dan universitas.
Sinergi antara alumni, fakultas dan universitas dinilai menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan program yang konkret, meningkatkan daya tarik Fakultas Pertanian UISU serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan pertanian dan ketahanan pangan. (Akbar)












