Peristiwa

Heboh Isu Penangkapan di Kualanamu, T. Muhammad Yusuf: Kami Hanya Minta Kejelasan Aturan

66
×

Heboh Isu Penangkapan di Kualanamu, T. Muhammad Yusuf: Kami Hanya Minta Kejelasan Aturan

Sebarkan artikel ini

 

Yusuf juga menjelaskan, saat berada di kawasan tersebut, mereka tidak melakukan aksi demonstrasi. Mereka tidak menggunakan pengeras suara ataupun melakukan orasi dan hanya menggunakan satu unit mobil Toyota Innova.

 

“Tidak ada pengeras suara, tidak ada orasi. Kami hanya datang menggunakan mobil Innova. Surat pemberitahuan mengenai kedatangan kami juga sudah kami layangkan jauh-jauh hari,” ujarnya.

 

Reza Nasution: Kami Bukan Ditahan

 

Sementara itu, Reza Nasution juga membantah informasi yang menyebut mereka diamankan atau ditahan oleh kepolisian.

 

Menurut Reza, langkah Polres Deli Serdang membawa mereka untuk berkoordinasi dan memediasi dengan pihak terkait merupakan bagian dari upaya mencari solusi agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.

 

“Langkah Polres Deli Serdang membawa kami untuk dimediasi dengan pihak terkait merupakan bagian dari upaya mencari solusi. Mana ada kami diamankan, apalagi ditahan. Itu tidak benar,” kata Reza.

 

Reza menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mencari keributan ataupun mengganggu aktivitas penerbangan. Mereka, kata dia, hanya meminta kepastian hukum mengenai lokasi yang diperbolehkan untuk menyampaikan aspirasi.

 

“Kalau kami memang salah, tunjukkan aturan yang kami langgar. Kalau ada kawasan yang dilarang, tunjukkan batasnya secara jelas. Kami akan menghormati aturan,” ujarnya.

 

Menurut Reza, persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara terbuka dengan mempertemukan pihak-pihak terkait, termasuk DPN, OTban, pengelola bandara, dan kepolisian.

 

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kejelasan mengenai titik yang diperbolehkan maupun kawasan yang dilarang untuk kegiatan penyampaian pendapat di sekitar Bandara Kualanamu.

 

“Jangan sampai masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi justru menjadi korban karena aturan yang tidak jelas atau penafsiran yang berbeda-beda di lapangan,” katanya.

 

Reza menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan kelompok tertentu. Ia menyebut pihaknya ingin memastikan penyampaian aspirasi berlangsung secara damai dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *