TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kondisi memprihatinkan terlihat di Gedung DPRD Kota Medan. Leter huruf timbul berbahan akrilik yang terpasang di gedung tersebut dilaporkan mulai copot, sehingga tulisan yang terpampang menjadi tidak utuh dan menimbulkan makna berbeda saat dibaca.
Temuan ini menjadi perhatian saat berlangsungnya rapat Paripurna penyampaian jawaban fraksi-fraksi atas Ranperda inisiatif tentang perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2012 mengenai sistem kesehatan, Senin (6/4/2026).
Ironisnya, kondisi tersebut justru luput dari perhatian berbagai pihak yang hadir. Mulai dari anggota dewan, Sekretariat DPRD, hingga jajaran pemerintah kota yang turut mengikuti agenda penting tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas selaku Wali Kota Medan bersama wakil wali kota dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga tidak terlihat menyoroti kerusakan tersebut.
Akibat huruf yang copot, tulisan pada leter timbul itu menjadi tidak lengkap. Hal ini bahkan memicu komentar dari pengunjung yang hadir di gedung wakil rakyat tersebut.
“Jadi lain kalau dibaca ya, Pak,” ujar salah seorang pengunjung, menyoroti kejanggalan tulisan yang berubah makna akibat kerusakan tersebut.
Kondisi ini dinilai mencerminkan kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas gedung, terlebih di lokasi yang menjadi simbol representasi lembaga legislatif daerah.(Akbar)












