Gaya Hidup

‎Influencer Ungkap Animasi Berunsur Seksual yang Dikemas untuk Anak-Anak, Orang Tua Diminta Waspada ‎

406
×

‎Influencer Ungkap Animasi Berunsur Seksual yang Dikemas untuk Anak-Anak, Orang Tua Diminta Waspada ‎

Sebarkan artikel ini
‎Animasi berunsur seksual yang dikemas layaknya tontonan untuk anak-anak(foto Twitter@huhhh192) ‎

‎TERITORIAL24.COM, JAKARTA– Seorang influencer bernama Ikma Hanifah mengungkap temuan mengejutkan terkait adanya animasi berunsur seksual yang dikemas layaknya tontonan untuk anak-anak.

‎Temuan ini dibagikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (15/7/2025).

‎Dalam unggahannya, Ikma menceritakan bahwa ia menerima pesan dari salah satu pengikutnya yang melaporkan adanya sebuah channel bernama Goipman Anims.

‎Channel tersebut diketahui memuat konten yang tidak pantas, namun dibalut dengan gaya animasi yang terlihat ramah anak.

‎”Wah ada lagi nih! Channel animasi seksual untuk anak? Kemarin aku dapat DM dari follower yang bilang ada channel namanya Goipman Anims, aku cek ternyata isinya memang sangat tidak pantas,” tulis Ikma di Instagram.

‎Konten Tersembunyi di Balik Animasi

‎Menurut Ikma, animasi tersebut menggunakan karakter lucu dan warna cerah yang umumnya menarik perhatian anak-anak.

‎Namun, di balik itu terselip adegan-adegan yang berkonotasi seksual.

‎Hal ini dinilai berbahaya karena dapat memengaruhi pola pikir anak-anak yang masih dalam masa perkembangan.

‎”Hati-hati ya, orang tua harus lebih teliti. Jangan sampai anak-anak kita terpapar konten seperti ini,” lanjut Ikma.

‎Imbauan untuk Orang Tua

‎Ikma mengimbau para orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi tontonan anak-anak.

‎Ia menekankan pentingnya memeriksa kanal-kanal yang diakses anak serta mendampingi mereka ketika menggunakan perangkat digital.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keberadaan channel Goipman Anims tersebut.

‎Namun, unggahan Ikma menuai banyak respons dari warganet yang menyatakan keprihatinan dan mendukung langkahnya dalam menyuarakan isu ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *