Kota Medan

IPDN Kasih Penghargaan ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Birokrasi Kota Makin Pede

300
×

IPDN Kasih Penghargaan ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Birokrasi Kota Makin Pede

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Ada kabar segar dari tanah Pamong. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)—yang sering disebut kawah candradimuka-nya para birokrat—baru saja menganugerahkan tanda penghargaan bergengsi: Kartika Pamong Praja Muda dan gelar Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan. Yang dapat? Bukan mahasiswa berprestasi, tapi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap.

Penghargaan ini, menurut Rico Waas, adalah bentuk kepercayaan yang bukan buat disimpan di lemari kaca, tapi jadi bahan bakar semangat buat terus mengabdi ke bangsa dan negara.

“Dengan hati yang tulus—iya, tulus—kami ucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika IPDN, khususnya Pak Rektor yang udah kasih kehormatan luar biasa ini,” kata Rico Waas. Lengkap dengan nada syahdu khas pidato pejabat.

Bukan cuma dapet penghargaan, Pemko Medan juga unjuk gigi soal kedekatan dengan dunia kepamongprajaan. Lewat jembatan alumni yang tergabung dalam IKAPTK (Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan) Kota Medan, mereka sukses gelar bakti sosial dan anjangsana ke kampus IPDN di Jatinangor. Kegiatannya? Ya tentu saja penuh semangat Bhinneka Nara Eka Bhakti dan aroma Asta Brata.

“IPDN itu pabriknya pamong yang tangguh dan adaptif,” ujar Rico Waas, yang tampaknya lagi sayang-sayangnya sama dunia birokrasi.

Dia juga nyebut, IPDN sudah punya lebih dari 20 ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di lingkungan Pemko Medan.

Mau tahu jumlahnya? Eselon II ada 13 orang, Eselon III sebanyak 73, dan Eselon IV ada 83 alumni IPDN. Totalnya sekitar 169 alumni aktif yang kerja di berbagai posisi strategis dari camat, lurah, sampai kepala dinas.

“Mereka ini yang jadi tulang punggung percepatan digitalisasi dan pelayanan publik yang nggak ribet,” kata Rico. Ya, semoga saja benar begitu.

Sebagai penutup, Rico Waas dedikasikan penghargaan itu buat semua pamong yang kerja keras di balik layar. Ia juga nitip pesan ke para praja IPDN: pulang ke daerah, bawa perubahan, dan jangan lupa—PR masih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *