Religi

Banyak Orang Pintar, Banyak Ahli Ibadah, Namun Buruk dalam Berkomunikasi

47
×

Banyak Orang Pintar, Banyak Ahli Ibadah, Namun Buruk dalam Berkomunikasi

Sebarkan artikel ini
Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md., S.Pd., menyampaikan khutbah Jumat di mimbar Masjid Jami' Perkebunan Bahilang, Serdang Bedagai,Jumat (24/7/2026). Dalam khutbahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, adab berkomunikasi, serta menegaskan bahwa ilmu dan ibadah harus melahirkan akhlak yang mulia sebagai cerminan keimanan seorang muslim. (Foto: Istimewa)

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Fenomena maraknya orang berilmu dan rajin beribadah namun abai dalam menjaga lisan serta adab berkomunikasi menjadi sorotan utama dalam khutbah Jumat di Masjid Jami’ Perkebunan Bahilang, Jumat (24/7/2026).

Dalam khutbahnya, Kepala Sekolah Ma’rifatul Hikmah, Ustadz Yanda Hardiyansah, A.Md, S.Pd, mengingatkan jamaah akan pentingnya menyelaraskan antara kesalehan ritual dengan kesalehan sosial.

Ia menegaskan bahwa ilmu dan ibadah yang tidak melahirkan akhlak yang mulia merupakan bentuk kelalaian yang nyata.

“Salah satu fenomena yang banyak kita saksikan pada zaman ini adalah semakin banyak orang yang berilmu, semakin tinggi pendidikan, dan semakin rajin beribadah, namun semakin sedikit yang mampu menjaga lisan dan adab dalam berkomunikasi. Padahal, ilmu yang tidak melahirkan akhlak adalah ilmu yang belum sempurna,” ujar Ustadz Yanda di hadapan  jamaah.

Landasan Al-Qur’an dan Sunnah

Dalam memaparkan materinya, Ustadz Yanda mengutip beberapa dalil sahih. Salah satunya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Al-Baqarah ayat 83 yang berbunyi: “Dan bertutur katalah kepada manusia dengan perkataan yang baik.”

Ia menggarisbawahi bahwa perintah bertutur kata baik ini berlaku secara universal kepada seluruh umat manusia, bukan hanya kepada sesama orang saleh.

Lebih lanjut, ia juga menyitir hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menegaskan bahwa tolok ukur keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir salah satunya tecermin dari kemampuannya untuk berkata baik atau memilih diam.

Krisis Adab di Tengah Kemajuan Ilmu

Ustadz Yanda menyayangkan realitas sosial saat ini, di mana tidak sedikit individu yang memiliki rekam jejak ibadah yang baik secara kuantitas,seperti rajin shalat dan berpuasa,namun memiliki lisan yang tajam.

Karakteristik seperti mudah menyalahkan, menghina, merendahkan orang lain, serta enggan mendengar pendapat sesama, dinilai dapat menjadi pemecah belah di berbagai lini kehidupan.

“Komunikasi yang buruk dapat menghancurkan hubungan persaudaraan, merusak keharmonisan rumah tangga, memecah belah organisasi, bahkan hingga menghancurkan esensi dari dakwah itu sendiri,” tuturnya memberi peringatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *