Meneladani Kelembutan Rasulullah ﷺ
Sebagai penutup, jamaah diajak untuk kembali meneladani sifat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dikenal sebagai manusia dengan ucapan paling lembut.
Merujuk pada Surah Ali ‘Imran ayat 159, Ustadz Yanda menjelaskan bahwa kelembutan sikap dan tutur kata Rasulullah-lah yang menjadi magnet utama sehingga dakwah Islam dapat diterima dengan lapang dada oleh umat manusia.
Ia menegaskan kembali hadis Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Bukhari).
“Ukuran kemuliaan seorang muslim bukan sekadar dihitung dari banyaknya harta, tingginya jabatan, luasnya ilmu, atau panjangnya shalat malam. Mulianya seorang muslim juga diukur dari bagaimana ia memperlakukan manusia lainnya dengan ucapan yang lembut, penuh hikmah, dan saling menghargai,” pungkasnya di akhir khutbah.***












