TERITORIAL24.COM, MEDAN – Sebanyak 20 pelajar SMA Islam Plus Al Fatih mengikuti kegiatan dakwah selama tiga hari yang dipusatkan di Halaqoh Medan Barat, Masjid Al Musannif Al Abrar, Jalan KL Yos Sudarso Gang Bagan, Kota Medan, mulai Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Amir Shaf Maulana Fikri dengan didampingi Subha Pelajar Aulia Akbar. Selama tiga hari, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari tradisi Jamaah Tabligh.
Sejak pagi hari, para pelajar mengikuti majelis taklim dan pembelajaran agama. Menjelang sore hingga sebelum waktu Magrib, mereka melaksanakan jaulah, yakni berkeliling ke lingkungan sekitar untuk mengajak masyarakat memakmurkan masjid dan melaksanakan salat berjamaah.
Pembinaan dari Masjid ke Masjid
Kegiatan dakwah tiga hari atau khuruj fi sabilillah merupakan salah satu metode pembinaan yang dikenal dalam Jamaah Tabligh. Gerakan dakwah ini berfokus pada penguatan ibadah dan pembentukan akhlak melalui aktivitas yang berpusat di masjid.
Selama mengikuti kegiatan, para peserta tinggal bersama di lingkungan masjid.
Selain mengikuti pengajian, mereka juga melaksanakan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berdiskusi, bermusyawarah, hingga mengerjakan pekerjaan sehari-hari secara gotong royong.
Model pembinaan tersebut bertujuan menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, serta membangun karakter generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai agama.
Berawal dari India
Secara historis, Jamaah Tabligh didirikan oleh Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi di wilayah Mewat, India, sekitar tahun 1926. Gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap menurunnya pemahaman agama di kalangan masyarakat Muslim setempat.
Melalui pendekatan dakwah dari masjid ke masjid, Jamaah Tabligh berkembang ke berbagai negara dan kini telah hadir di lebih dari 150 negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, aktivitas Jamaah Tabligh mulai berkembang sejak tahun 1970-an dan memiliki pusat-pusat kegiatan atau halaqoh di berbagai daerah.












