TERITORIAL24.COM, BANDAR SERI BEGAWAN – Di bawah langit cerah Brunei Darussalam, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengawali kunjungan kenegaraannya dengan penuh khidmat.
Hari ini, Rabu, 14 Mei 2025, bukan sekadar pertemuan dua kepala negara, melainkan juga momentum bersejarah yang menandai kedekatan dua bangsa serumpun.
Tiba di Empire Hotel, Prabowo disambut dengan kehangatan khas Kesultanan Brunei oleh Paduka Seri Pengiran Muda Mahkota Pangeran Haji Al-Muhtadee Billah.
Sambutan yang tak hanya simbolik, tetapi mencerminkan penghargaan mendalam terhadap pemimpin Indonesia yang kini mengemban amanah tertinggi.
Hari ini, Prabowo dijadwalkan bertemu langsung dengan Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman—salah satu istana terbesar dan termewah di dunia yang menjadi simbol kejayaan dan stabilitas Brunei.
Di sanalah, Prabowo menerima penghargaan Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati, Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam, sebagai bentuk kehormatan tertinggi dari Sang Sultan.
Momentum ini terasa istimewa, bukan hanya karena Prabowo menjadi tamu negara, tapi juga karena ia mewakili harapan baru Indonesia di mata ASEAN.
Dalam pertemuan bilateral bersama delegasi dari kedua negara, Prabowo dan Sultan Bolkiah dijadwalkan membahas berbagai kerja sama strategis: dari ekonomi, perlindungan pekerja migran, hingga stabilitas kawasan.
Turut mendampingi Presiden, sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II: Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Abdul Kadir Karding, Sugiono, dan Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa Indonesia serius membangun diplomasi yang lebih hangat dan konkret di Asia Tenggara.
Rangkaian acara kenegaraan itu akan ditutup dengan jamuan santap siang di Istana Nurul Iman.
Namun bagi Prabowo, mungkin yang paling berkesan bukan sekadar penghargaan atau jamuan mewah, melainkan kesempatan mempererat jabat tangan dengan sesama pemimpin yang telah lama berlayar di perairan diplomasi Asia.(rel/promedia)












