TERITORIAL24.COM, JAKARTA – Matahari belum condong ke barat ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Padepokan Pencak Silat, TMII, Selasa siang, 13 Mei 2025. Mengenakan safari cokelat dan peci hitam, langkahnya mantap namun wajahnya menyiratkan duka yang dalam.
Di hadapannya terbujur jenazah seorang tokoh yang pernah menjadi gurunya dalam banyak hal: Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya.
Prabowo datang bukan hanya sebagai Presiden atau Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Ia datang sebagai murid, sahabat, sekaligus pewaris semangat dari seorang patriot sejati.
Ia memberi hormat, menyalami keluarga, mencium cucu-cucu almarhum—gestur lembut di tengah suasana haru.
“Beliau adalah tokoh besar. Seorang pejuang, pemimpin, dan di atas segalanya, seorang patriot,” ujar Prabowo di hadapan pelayat dan para pendekar yang berkumpul. Suaranya tegas, tapi mata dan nada bicaranya menyiratkan kehilangan mendalam.
Almarhum Eddie Nalapraya bukan nama asing di dunia pencak silat. Di bawah kepemimpinannya, IPSI menjelma menjadi gerakan budaya yang membentuk karakter generasi bangsa.
“Saya mengenal beliau sejak 1980-an. Beliau tak pernah lelah membina dan melestarikan pencak silat,” kata Prabowo. “Bagi kami, beliau adalah legenda.”
Pencak silat, bagi Prabowo dan Eddie, bukan sekadar gerak tubuh atau bela diri. Ia adalah jati diri bangsa, jalan untuk menanamkan semangat keberanian dan kebangsaan.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut bahwa Eddie adalah sosok yang selalu memikirkan negeri ini hingga detik-detik terakhir hidupnya.
“Kalau ditanya siapa Ketua Umum IPSI, pasti jawabannya Eddie Nalapraya. Saya hanya penggantinya,” ucap Prabowo sambil menahan senyum mengenang.
Eddie Nalapraya telah menerima banyak penghargaan semasa hidupnya, termasuk Bintang Mahaputera.
Namun, mungkin penghargaan terbesarnya datang dari generasi yang tumbuh dengan nilai-nilai luhur pencak silat yang ia ajarkan.
Di akhir pidatonya, Prabowo menggenggam mikrofon dan berkata lirih, “Selamat jalan, Pak Eddie. Menghadaplah kepada Panglima Tertinggi, Allah SWT. Kami akan meneruskan perjuanganmu.”












