Menurutnya, akses jalan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.
“Jalan yang bagus dan mulus merupakan salah satu nadi perekonomian. Kalau jalan rusak, masyarakat tentu malas keluar. Ketika masyarakat jarang keluar, aktivitas ekonomi juga berkurang,” jelasnya.
Ia menyebut semakin baik akses jalan, semakin mudah masyarakat bergerak, berbelanja, menikmati kuliner, maupun mengunjungi berbagai tempat usaha.
Kondisi tersebut, lanjutnya, akan membuat aktivitas UMKM semakin hidup dan mendorong perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
“Kalau jalan sudah bagus, masyarakat lebih senang dan ringan untuk keluar. Ketika masyarakat beraktivitas, usaha-usaha UMKM akan semakin ramai. Dari situlah ekonomi masyarakat bisa terus berputar,” tambahnya.
Darma berharap kaderisasi tersebut mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, mandiri, dan produktif serta semakin serius mengembangkan UMKM.
“Saya berharap generasi muda semakin semangat meningkatkan dan mengembangkan UMKM. Para pelaku UMKM yang sudah berjalan juga semoga semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Belajar Ekonomi dari Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog yang dipimpin Management UMKM Syariah Sergai, Buya Tamlih.
Dalam dialog tersebut, Buya Tamlih memperkenalkan karyanya berjudul “Napak Tilas dan Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Perekonomian Umat.”
Buya Tamlih menjelaskan, pembangunan ekonomi yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW tidak sebatas aktivitas perdagangan dan pasar.
Lebih dari itu, Rasulullah SAW membangun fondasi ekonomi umat melalui kemandirian, persaudaraan, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan ilmu pengetahuan.
“Perekonomian yang dibangun Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang pasar dan perdagangan. Rasulullah juga berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan. Umat yang kuat secara ekonomi harus dibarengi ilmu pengetahuan, akhlak, dan keimanan yang kuat,” jelasnya.












