Politik

Antonius D Tumanggor Soroti Penggantian 61 Ribu Pohon dan Rendahnya Serapan Anggaran Persampahan

71
×

Antonius D Tumanggor Soroti Penggantian 61 Ribu Pohon dan Rendahnya Serapan Anggaran Persampahan

Sebarkan artikel ini

MEDAN I TERITORIAL24.COM – Persoalan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah menjadi sorotan dalam pembahasan anggaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Antonius D Tumanggor politisi dari Nasdem mempertanyakan jumlah pohon yang ditebang dan penggantinya, di tengah kondisi ruang terbuka hijau (RTH) Kota Medan yang dinilai masih mengalami kekurangan.

Dalam pembahasan tersebut disebutkan terdapat sekitar 61 ribu pohon yang akan diganti. Namun, kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena luasan RTH Kota Medan masih belum ideal.

“Berapa banyak yang kemudian diganti pohonnya? 61 ribu,” ujar Antonius D Tumanggor dalam RDP tersebut, Senin 7 September 2026.

Ia juga menyoroti penebangan pohon yang dilakukan untuk kepentingan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT).

Menurutnya, aktivitas tersebut turut memengaruhi kondisi lingkungan dan ruang terbuka hijau di Kota Medan.

“RTH Kota Medan kita masih kekurangan. Apalagi sudah terjadi lagi penebangan pohon karena kepentingan BRT. Itu sangat memengaruhi kita,” katanya.

 

Serapan Anggaran Persampahan Dipertanyakan

 

Selain persoalan pohon, ia juga mengkritisi rendahnya serapan anggaran pada sektor persampahan.

Ia menyebut serapan anggaran program persampahan baru sekitar 2 persen dari total anggaran Rp19,9 miliar.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan mengingat persoalan sampah merupakan salah satu persoalan utama yang dihadapi Kota Medan.

“Program persampahan juga cuma 2 persen. Ini harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi kembali penggunaan anggaran dan mempertimbangkan pergeseran anggaran apabila terdapat program yang serapannya rendah, sementara kebutuhan di sektor persampahan cukup mendesak.

Ia juga mendorong adanya penambahan sarana dan peralatan pengelolaan sampah agar penanganan sampah di Kota Medan dapat berjalan lebih maksimal.

“Kenapa tidak kita geser anggarannya? Kalau kebutuhan untuk persampahan memang mendesak, kenapa tidak diarahkan ke sana?” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *