Atasi banjir kiriman dan banjir dalam kota
Selain penataan kota, penanganan banjir juga menjadi prioritas penting. Dengan curah hujan tinggi, pasang rob, serta banjir kiriman dari daerah hulu karena posisi Tanjungbalai yang berada di hilir Danau Toba, Mahyaruddin dan Fadly melakukan terobosan yang selama ini belum pernah diwujudkan.
Pengorekan seluruh saluran drainase yang dangkal akibat tumpukan pasir dan sampah, pemotongan pohon yang mengganggu aliran air, hingga gotong royong massal melibatkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat menjadi langkah strategis.
Dalam berbagai kesempatan memimpin gotong royong di Kecamatan Datuk Bandar dan Datuk Bandar Timur, Mahyaruddin menegaskan pentingnya upaya menyeluruh untuk mengatasi banjir kiriman, banjir hujan, dan banjir rob. Dengan melibatkan OPD, ASN, TNI, Polri dan perangkat lingkungan, pembersihan kanal, alur sungai, dan drainase dilakukan besar-besaran.
Hasilnya mulai terasa. Berkat kerja keras tim penataan kota dan sokongan dana pribadi Wali Kota untuk pembersihan drainase inti kota, banjir yang biasanya merendam badan jalan hingga ke rumah warga kini dapat diatasi. Saat hujan deras, genangan tidak lagi bertahan lama seperti sebelumnya.
Ciptakan Kondusifitas dan Menjaga Kamtibmas
Pemko Tanjungbalai juga mengambil langkah tegas terhadap tempat hiburan malam (THM) yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban. “Silakan berinvestasi, namun harus mematuhi seluruh aturan perizinan serta menjunjung norma agama, hukum, adat dan kesusilaan,” tegas Mahyaruddin.
THM wajib memenuhi ketentuan operasional, membayar pajak, tidak melakukan praktik prostitusi, narkoba, pesta miras, dan kegiatan dilarang lainnya. Jika melanggar, izin usaha dapat dicabut bahkan tidak dikeluarkan kembali.
Pengusaha THM juga diminta menjaga ketentraman umum dan citra kota sebagai kota religius. “Jaga kondusifitas dan hindari konflik kepentingan. Mari bersama menjaga nama baik Tanjungbalai,” tambah Wali Kota.
Langkah Konkret Pengendalian Inflasi












