Bisnis dan Teknologi

‎Kementerian UMKM Dorong Hilirisasi Nilam untuk Perluas Lapangan Kerja ‎

537
×

‎Kementerian UMKM Dorong Hilirisasi Nilam untuk Perluas Lapangan Kerja ‎

Sebarkan artikel ini
‎Hilirisasi nilam menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai produsen utama minyak atsiri dunia(foto:Kementerian UMKM)

‎TERITORIAL24.COM,MANADO –Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong hilirisasi komoditas nilam sebagai strategi meningkatkan nilai tambah, daya saing, sekaligus memperluas lapangan kerja.

‎Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menegaskan hal ini saat membuka kegiatan Pemanfaatan Teknologi Produksi Bagi Usaha Skala Kecil Komoditas Atsiri dan Business Matching Pembiayaan & Investasi UMKM Atsiri Program BISLAF yang digelar secara virtual di Kota Manado.

‎Hal ini disampaikan Temmy Satya Permana dalam keterangan resmi Kementerian UMKM, Rabu (17/9/2025).

‎Menurut Temmy, hilirisasi bukan hanya sebatas proses industrialisasi, tetapi merupakan transformasi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎ “Hilirisasi bukan sekadar proses industri, melainkan strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing,” tegasnya.

‎Indonesia Produsen Utama Minyak Atsiri Dunia

‎Berdasarkan data Kementerian Perindustrian tahun 2025, Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak atsiri dunia.

‎Komoditas minyak nilam menjadi andalan, menyumbang sekitar 54 persen dari ekspor minyak atsiri nasional. Nilainya mencapai 141,32 juta dolar AS atau setara Rp2,32 triliun.

‎Sektor ini telah menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja, mayoritas berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani kecil.

‎Kementerian Pertanian juga mencatat ekspor nilam Indonesia menunjukkan tren positif sejak 2019, dengan rata-rata pertumbuhan 0,88 persen per tahun hingga diperkirakan berlanjut sampai 2027.

‎Tren global back to nature serta meningkatnya permintaan bahan alami mendorong pasar dunia semakin terbuka.

‎Sentra Produksi Nilam Masih Jual Bahan Mentah

‎Temmy menjelaskan bahwa wilayah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi merupakan sentra utama produksi nilam di Indonesia.

‎Namun, sebagian besar produk masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah rendah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *