Advertorial

Ketua DPRD Kota Blitar, Semarak Hari Santri 2025 : Santri Mandiri, Budaya Lestari, Bangsa Berdaya

436
×

Ketua DPRD Kota Blitar, Semarak Hari Santri 2025 : Santri Mandiri, Budaya Lestari, Bangsa Berdaya

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR — Kota Blitar kembali menjadi saksi semangat kebangsaan dan kemandirian para santri dalam peringatan Hari Santri 2025. Dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” berbagai rangkaian kegiatan digelar meriah, penuh makna, dan sarat nilai-nilai kebudayaan serta kewirausahaan.

Kegiatan dimulai dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di alun-alun kota. Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren, tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga pelajar dan warga sekitar turut ambil bagian.

Lagu kebangsaan berkumandang, menggetarkan jiwa dan menegaskan bahwa santri adalah garda penjaga nilai-nilai keindonesiaan.

Setelah upacara, perhatian masyarakat langsung tertuju pada pembukaan bazar santri dan UMKM, yang menyajikan beragam produk hasil karya tangan kreatif para santri.

Mulai dari makanan khas pesantren, kerajinan tangan, hingga produk fashion islami dan herbal tradisional dipamerkan dengan bangga.

Bazar ini tak hanya menjadi ajang promosi, tapi juga simbol kemandirian ekonomi santri yang kini tak sekadar belajar kitab, tetapi juga siap bersaing di dunia usaha.

Tak kalah memukau, kirab budaya dan lomba-lomba kreatif turut menyemarakkan perayaan. Santri tampil mengenakan busana adat dari berbagai daerah, membawa pesan bahwa pesantren adalah rumah besar kebhinnekaan.

Seni musik hadrah, drama pesantren, hingga lomba kaligrafi menjadi bukti bahwa kreativitas dan spiritualitas dapat tumbuh harmonis di lingkungan pesantren.

Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim, yang hadir dan memberi sambutan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap seluruh elemen yang terlibat. Baginya, Hari Santri bukan sekadar upacara tahunan, melainkan momentum nyata kontribusi santri bagi bangsa dan daerah.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi antara tradisi, ekonomi kreatif, dan nasionalisme. Santri hari ini adalah pionir perubahan—mereka belajar, berkarya, dan memberdayakan. Inilah wajah baru pesantren yang siap menghadapi masa depan,” ujar Syahrul dengan penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *