Ia juga berharap semangat kemandirian ini tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus berlanjut dalam bentuk pelatihan, pendampingan UMKM santri, serta program yang mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha dan pelestarian budaya lokal.
Hari Santri 2025 di Blitar menjadi simbol sinergi antara nilai-nilai religius, budaya, dan ekonomi, sekaligus refleksi dari semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dan pesantren.
Santri kini tak hanya menjadi pelajar agama, tetapi juga agen perubahan yang siap membawa Indonesia menuju peradaban dunia.(ADV/DPRD/didik)












