Ustor juga menyinggung pernyataan Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo yang menyebut, Deli Serdang adalah Kabupaten Nahdliyin. Seharusnya, sebagai seorang pimpinan tidak usah membawa-bawa atribut ormas keagamaan lain.
“Apalagi di sela-sela aksi ada yang menyuarakan ini Kabupaten Nahdliyin. Nggak benar itu, nggak ada Kabupaten Nahdliyin. Nahdliyin itu ada di seluruh kabupaten di Indonesia ini.
Selaku kader Nahdlatul Ulama (NU), saya sangat berkeberatan jika Nahdliyin dibawa-bawa. Ini masalah perbedaan pandangan antara Al Washliyah selaku pemilik lahan dan Pemkab Deli Serdang selaku pemilik bangunan sekolah yang ada di atasnya. Jika ini nggak segera diretas, nanti bisa ke mana-mana isunya,” tegas Ustor.
Ustor pun kembali mengimbau, agar kedua pihak bisa menahan diri. “Menahan dirilah, bermunasabahlah, bertabayyunlah, dan bermuzakarahlah. Semua pasti ada jalan keluarnya. Jika di level kabupaten nggak mampu, nggak salah meminta bantuan penerintah provinsi untuk memediasi. Sehingga, permasalahan ini bisa cepat selesai, dan anak-anak bisa bersekolah kembali dengan nyaman,” anjurnya. (red)












