“Selain itu, kami juga telah melakukan pemulihan ekosistem seluas 500 hektare, dan tahun ini ditargetkan mencapai 1.000 hektare, terutama di kawasan terdampak bencana,” ujar Fitri.
Pertemuan ini turut dihadiri Senior Director Sustainable Palm Oil di Conservation International Melissa Thomas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut Heri Wahyudi Marpaung, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerhati lingkungan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi ekonomi berkelanjutan di Sumatera Utara, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (Anggi)












