MEDAN I TERITORIAL24.COM – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, Timur Tumanggor, menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menopang pembangunan di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Timur saat mengukuhkan dan melantik 15 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut di Aula Kantor Bapenda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (23/10/2026).
Dalam arahannya, Timur menyebut Bapenda memiliki peran strategis sebagai jantung pembangunan daerah karena bertanggung jawab mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi.
“Bapenda ini berbeda dengan OPD lainnya. Bapak dan Ibu sekalian adalah jantungnya untuk memompa pembangunan di Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya saat membacakan arahan Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Ia menjelaskan, tantangan fiskal semakin besar setelah dana transfer pusat berkurang Rp1,125 triliun pada 2027. Kondisi tersebut turut memengaruhi APBD Sumut yang turun dari Rp13,101 triliun pada 2026 menjadi Rp11,929 triliun pada 2027.
Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera melakukan konsolidasi internal, mengevaluasi kinerja, serta menggali potensi pajak dan retribusi daerah secara terukur dan berbasis data.
Timur juga mendorong inovasi pelayanan perpajakan agar lebih cepat, praktis, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta bebas dari korupsi.
Di bawah kepemimpinan Kepala Bapenda Sumut Sutan Tolang Lubis, ia berharap seluruh pejabat mampu memperkuat kinerja organisasi dan meningkatkan penerimaan daerah.
“Gunakan potensi diri, optimalkan pelayanan, dan jangan kecewakan amanah ini,” tegasnya.
Timur meminta para pejabat segera beradaptasi dengan tugas dan fungsi masing-masing serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan PAD untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.(Akbar)












