Binjai - Langkat

Mahasiswa Pascasarjana USU Gelar Field Trip dan Pengabdian Masyarakat di Desa Timbang Lawan, Dorong Penguatan Ekowisata Berbasis Data Spasial

54
×

Mahasiswa Pascasarjana USU Gelar Field Trip dan Pengabdian Masyarakat di Desa Timbang Lawan, Dorong Penguatan Ekowisata Berbasis Data Spasial

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa Magister PWD USU lakukan pemetaan spasial dan kajian potensi desa guna mendukung pengembangan ekowisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Kabupaten Langkat

Kegiatan dibimbing Dr. Achmad Siddik Thoha melibatkan rombongan sebanyak 10 orang, terdiri dari 1 dosen pembimbing, 2 asisten dosen, dan 7 mahasiswa(foto:Angga)

TERITORIAL24.COM,LANGKAT–Program Studi Magister (S2) Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD), Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, melaksanakan kegiatan Field Trip dan Pengabdian kepada Masyarakat di Dusun 8, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat pada tanggal 9–10 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan sekaligus implementasi pengabdian akademik yang menghubungkan teori perkuliahan dengan kondisi nyata di masyarakat.

Kegiatan yang dibimbing oleh Dr. Achmad Siddik Thoha ini melibatkan rombongan sebanyak 10 orang, terdiri dari 1 dosen pembimbing, 2 asisten dosen, dan 7 mahasiswa.

Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap potensi wilayah, tata ruang, serta pengembangan kawasan berbasis masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok kajian sesuai tema mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG).

Kelompok pertama berfokus pada sebaran dan potensi objek wisata berbasis tata ruang, sedangkan kelompok kedua mengkaji potensi lahan budidaya pertanian dan kawasan lindung.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi dan potensi pengembangan wilayah Desa Timbang Lawan.

Selama kegiatan lapangan, mahasiswa melakukan dokumentasi kondisi kawasan wisata, fasilitas umum desa, aksesibilitas wilayah, serta berbagai objek daya tarik wisata melalui teknologi geotagging.

Pengumpulan data dilakukan menggunakan aplikasi berbasis spasial guna memperoleh informasi lokasi yang akurat dan terintegrasi.

Tidak hanya melakukan observasi, mahasiswa juga melaksanakan wawancara dan diskusi bersama aparatur desa, masyarakat, operator ekowisata, serta pengelola kawasan ekowisata BITCO (Banana Island Tiger Conservation Community).

Interaksi ini bertujuan menggali data primer dan memahami secara langsung dinamika pengelolaan kawasan serta peran masyarakat dalam menjaga potensi ekowisata.

Sebagai bagian dari penguatan kemampuan teknis, mahasiswa turut melaksanakan survei koordinat menggunakan GPS dan aplikasi Avenza Maps.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *