Data spasial yang dikumpulkan diharapkan dapat menjadi dasar analisis dan rekomendasi pengembangan kawasan yang berkelanjutan.
Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Achmad Siddik Thoha, menyampaikan bahwa kegiatan field trip dan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas mahasiswa agar mampu memahami persoalan wilayah secara langsung di lapangan.
Menurutnya, pendekatan berbasis data spasial sangat relevan dalam mendukung perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu membaca realitas sosial dan potensi wilayah secara langsung. Desa Timbang Lawan memiliki kekayaan ekowisata dan lingkungan yang sangat potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis dan pemetaan spasial, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi pembangunan yang berbasis data, terukur, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Achmad Siddik Thoha.
Sementara itu, Angga Wijaya selaku mahasiswa sekaligus Ketua Angkatan Magister PWD USU menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman akademik dan sosial yang sangat berharga bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi kami karena mahasiswa dapat belajar langsung dari kondisi riil masyarakat dan potensi desa. Kami melihat bahwa Desa Timbang Lawan memiliki kekuatan besar di sektor ekowisata, terutama dengan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan lingkungan. Harapannya, hasil kajian dan data yang kami himpun dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan desa dan mendukung perencanaan wilayah yang lebih baik di masa mendatang,” ungkap Angga Wijaya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Universitas Sumatera Utara dalam mendorong pembelajaran yang aplikatif, berbasis riset, serta berorientasi pada pengabdian masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat lokal, diharapkan potensi Desa Timbang Lawan dapat dikembangkan secara optimal dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan wilayah.***












