TERITORIAL24.COM, ASAHAN – Pagi di rel seharusnya cuma diisi suara “tiit… tiit…” dari lokomotif, bukan “duakk!” dari lemparan batu. Tapi begitulah yang terjadi di Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Selasa (7/10/2025) pagi.
Sebuah kereta api pengangkut minyak sawit mentah (CPO) jadi korban aksi iseng yang tidak lucu: dilempar batu sampai kacanya pecah.
Korban dalam insiden ini bukan cuma kaca lokomotif, tapi juga asisten masinis bernama Rizky Ananda, yang kena imbas lemparan dan mengalami luka di wajah. Untungnya, tim cepat tanggap—Rizky langsung dibawa ke klinik terdekat buat dapat perawatan intensif.
“Ini bukan cuma nakal-nakalan. Ini sudah tindakan berbahaya yang bisa mengancam nyawa,” kata Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. As’ad Habibuddin, dengan nada yang sepertinya sudah menahan kesal.
Kejadian berlangsung di kilometer 02+000, petak jalan antara Stasiun Kisaran dan Stasiun Hengelo, sekitar pukul 08.09 WIB.
Saat itu, KA 2826 Purjakis tengah melaju santai membawa CPO dari Kisaran menuju Puluraja. Belum juga sampai tujuan, tiba-tiba kaca depan lokomotif dihantam benda keras yang entah dari mana asalnya—tapi jelas bukan dari langit.
Petugas pengamanan KAI langsung turun ke lokasi, melakukan penyisiran untuk mencari pelaku. Sementara itu, KAI Divre I Sumut tidak main-main dengan ancaman hukum.
Berdasarkan Pasal 194 KUHP, siapa pun yang sengaja membahayakan lalu lintas di jalur kereta bisa dijerat hukuman penjara hingga 15 tahun. Kalau sampai menimbulkan korban jiwa, hukumannya bisa seumur hidup.
“Langkah hukum akan kami tempuh terhadap siapa pun yang terbukti melakukan aksi pelemparan. Ini bukan pelanggaran kecil,” tegas As’ad.
KAI sendiri mengaku sudah rutin berkoordinasi dengan TNI dan Polri buat patroli di jalur-jalur rawan, sekaligus sosialisasi ke sekolah dan masyarakat agar tidak main-main di sekitar rel.
Bahkan, beberapa titik juga sudah dipasangi CCTV. Tapi tetap saja, selalu ada satu-dua orang yang berpikir melempar batu ke kereta itu hal yang menarik.












