Tren positif ini berlanjut pada Januari hingga Agustus 2026, di mana volume pelanggan naik lagi sebesar 10 persen menjadi 42.289 orang.
Pertumbuhan secara beruntun ini membuktikan bahwa moda transportasi berbasis rel kian diminati dan menjadi andalan warga lokal.
Anwar menambahkan, keberadaan stasiun berusia lebih dari satu abad ini menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur sejarah dapat terus adaptif dan relevan menanggapi perubahan zaman serta kebutuhan mobilitas warga.
“Perjalanan Stasiun Sei Bejangkar merupakan bagian dari sejarah perkeretaapian Sumatera Utara sekaligus perjalanan masyarakat di wilayah Batu Bara. KAI terus menjaga pelayanan perjalanan kereta api agar stasiun ini dapat terus dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu pilihan transportasi,” tutur Anwar.(Anggi)












