Polhukam

Minyak Jelantah Bisa Jadi Biofuel: Nevi Zuairina Ajak Masyarakat Dukung Program Pertamina

549
×

Minyak Jelantah Bisa Jadi Biofuel: Nevi Zuairina Ajak Masyarakat Dukung Program Pertamina

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina, menyatakan dukungannya terhadap langkah PT Pertamina melalui program Green Movement UCO(foto: istimewa/Saripudin Sinaga)

TERITORIAL24.COM-JAKARTA-Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina, menyatakan dukungannya terhadap langkah PT Pertamina melalui program Green Movement UCO,Jumat(22/1/2025).

Program ini berfokus pada pembelian minyak jelantah dari masyarakat untuk diolah menjadi biofuel seperti Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Nevi menilai, inisiatif ini memberikan dampak positif, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Ia mengatakan bahwa program tersebut mendukung pengurangan limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang.

“Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan sistem ekonomi sirkular di Indonesia.”

“Selain memberikan manfaat lingkungan dengan mengurangi pencemaran air dan tanah, program ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga, terutama bagi ibu-ibu yang mengumpulkan minyak jelantah,” ujar Nevi dalam keterangannya.

Tantangan dan Saran untuk Keberlanjutan Program

Meski mendukung penuh, politisi asal Sumatera Barat ini mengingatkan beberapa tantangan yang perlu diperhatikan Pertamina agar program ini bisa berjalan secara berkelanjutan.

Salah satu tantangan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang manfaat pengelolaan minyak jelantah.

“Pendidikan dan kampanye masif diperlukan agar masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan.”

“Sebaliknya, mereka dapat mulai mengumpulkannya untuk diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, Nevi mendorong Pertamina untuk memperluas titik pengumpulan minyak jelantah ke daerah-daerah terpencil yang hingga kini belum terjangkau.

“Hingga kini, titik pengumpulan masih terbatas di kota-kota besar. Pertamina perlu menyediakan fasilitas pengumpulan di lokasi strategis seperti SPBU, pasar, atau pusat perbelanjaan agar akses masyarakat lebih mudah,” tambahnya.

Insentif dan Digitalisasi Jadi Kunci

Nevi juga menyoroti pentingnya insentif yang kompetitif untuk menarik partisipasi masyarakat lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *