TERITORIAL24.COM,TEL AVIV-Dunia internasional dikejutkan oleh pernyataan ekstrem dari mantan anggota parlemen Israel (Knesset), Moshe Feiglin, yang secara terbuka menyebut bahwa seluruh anak-anak di Gaza adalah musuh yang harus dieliminasi.
Seperti dilansir dari www.ndtv.com, Feiglin menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan stasiun televisi Channel 14. Dalam tayangan itu, ia mengatakan:
“Musuh kita bukan Hamas, bukan pula sayap militer Hamas. Setiap anak di Gaza adalah musuh.”
” Kita harus menduduki Gaza dan menetap di sana, dan tidak satu pun anak Gaza boleh dibiarkan hidup. Tidak ada kemenangan lain.”
Pernyataan itu langsung memicu gelombang kecaman dari komunitas internasional, termasuk lembaga-lembaga hak asasi manusia dan organisasi kemanusiaan global.
Banyak pihak menilai retorika Feiglin sangat berbahaya dan bisa masuk dalam kategori seruan genosida.
Organisasi seperti Human Rights Watch dan Amnesty International mengutuk keras pernyataan tersebut.
Menyebutnya sebagai bentuk dehumanisasi terhadap warga sipil, khususnya anak-anak, yang secara hukum internasional dilindungi sebagai non-kombatan.
Sementara itu, Komisi HAM PBB menyatakan bahwa ucapan seperti ini bisa melanggar Konvensi Genosida PBB, terutama jika dibuktikan sebagai bentuk ajakan untuk memusnahkan kelompok tertentu.
Pernyataan Moshe Feiglin muncul sehari setelah mantan jenderal dan politisi Israel sayap kiri, Yair Golan, menuduh bahwa militer Israel membunuh bayi “sebagai hobi.”
Tuduhan tersebut kemudian ditanggapi keras oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menyebutnya sebagai “fitnah jahat” terhadap tentara Israel.
Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel telah melancarkan operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza.
Menurut laporan lembaga kemanusiaan internasional, lebih dari 35.000 warga Palestina tewas, dan puluhan ribu lainnya luka-luka, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Seruan Moshe Feiglin untuk “menghapus seluruh anak Gaza” menunjukkan semakin ekstremnya retorika dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.












