Kota Medan

‎Muhammad Nuh Hadiri Puncak Tasyakur Milad ke-50 MUI Sumatera Utara

728
×

‎Muhammad Nuh Hadiri Puncak Tasyakur Milad ke-50 MUI Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini
‎Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar acara puncak Tasyakur Milad ke-50 pada Kamis (14/8/2025)(Foto Ist/Sarifudin Sinaga)

‎TERITORIAL24.COM, MEDAN –Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menggelar acara puncak Tasyakur Milad ke-50 pada Kamis (14/8/2025) di Auditorium Kampus Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Jalan Gedung Arca, Medan.

‎Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan setengah abad kiprah MUI Sumut, setelah sebelumnya dilaksanakan ziarah ke makam para pendiri, pengajian akbar, bimbingan konseling, dan pengobatan gratis.

‎Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Ketua Umum MUI Sumut Buya H. Maratua Simanjuntak, unsur Forkopimda Provinsi Sumut, Pangdam I/BB, Komandan Lanud Suwondo, Dan Lantamal Belawan, Kapolda, Kajati, Wakil Ketua DPRD Sumut, dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama.

‎Turut hadir Kakanwil Kemenag, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Medan, Ketua Baznas Prof. M. Hatta, jajaran Dewan Pimpinan MUI Sumut, Anggota DPD RI KH. Muhammad Nuh, dan ulama karismatik Syekh Ali Akbar Marbun.

‎Kehadiran pimpinan pesantren, Rektor UMN Al Washliyah Dr. H. Firmansyah, M.A., Ketua BPH Al Washliyah UMN Hardi Mulyono, pimpinan perguruan tinggi se-Sumut, pimpinan ormas Islam, keluarga para Ketua Umum MUI terdahulu, hingga pimpinan perbankan seperti Bank Sumut dan Bank Muamalat turut memeriahkan acara ini.

‎Momentumnya menjadi ajang silaturahmi besar tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat Sumatera Utara.

‎Ketua Panitia Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution menjelaskan bahwa pihaknya turut mengundang keluarga para Ketua Umum MUI Sumut terdahulu sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka.

‎Ia menegaskan, MUI Sumut berdiri pada 11 Januari 1975, lebih dahulu dibandingkan MUI Pusat yang lahir pada 26 Juli 1975.

‎“Dalam rentang usia 50 tahun, MUI menyebut dirinya Shodiqul Hukumah, mitra pemerintah sekaligus pelayan umat.”

‎”Ketua MUI Pusat mengibaratkan MUI seperti kue bika, dibakar dari bawah dan atas.”

‎”Selama ini MUI telah melaksanakan berbagai program, kami berterima kasih kepada seluruh pihak, khususnya keluarga besar UMN Al Washliyah,” ujar Hasan Bakti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *