Menurut keterangan korban, saat itu ia tengah mengantar anaknya ke sekolah dan berupaya menambah kecepatan kendaraan karena kondisi jalan menanjak.
Namun, tindakan tersebut diduga disalahartikan oleh AT yang saat itu sedang berjalan kaki bersama keluarganya.
Korban mengaku sempat diteriaki hingga akhirnya menghentikan mobil. Setelah terjadi adu mulut, situasi disebut memanas. Robin menuding dirinya mendapat makian dan mengalami pemukulan pada bagian wajah dan kepala.
“Mereka memaki-maki dengan kata-kata kasar, lalu memukul saya bertubi-tubi ke bagian wajah dan kepala. Saya juga ditarik-tarik pada bagian kerah baju dan leher,” ujar Robin.
Akibat kejadian tersebut, Robin mengaku mengalami luka memar di bagian wajah dan tangan.
Ia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan STTLP/B/2424/VI/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.
Hingga kini, polisi masih menangani laporan tersebut. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari AT terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh korban.(Akbar)












