“Kami sudah kehilangan anak, tapi mereka justru memperlakukan kami seperti pembawa wabah senyakit. Kenapa semua ini terjadi?” ujarnya dengan nada bergetar.
Sikap lamban dan tidak peduli dari Dinkes kini menjadi sorotan. Sampai kapan pemerintah daerah terus bermain dengan nyawa rakyatnya? Haruskah ada lebih banyak korban sebelum tindakan nyata dilakukan? Sementara keluarga korban masih berusaha bertahan dari duka dan stigma, jawaban atas kelalaian ini masih mengambang seperti belum ada kepastian bahkan melempar permasalahan ini kepada pemimpin daerah kota Tanjungbalai.(Ilham)












