Yusrizal mengatakan, bukan hanya terkait berkembangnya issu miring itu saja. Sehari pasca berlangsungnya aksi pembongkaran tembok penutup gang tersebut oleh Satpol PP Pemkab Asahan, ada juga peristiwa lain yang menyambangi mereka.
Peristiwa itu dengan munculnya segelintir orang yang mengaku sebagai utusan dari pihak yayasan untuk menutup sebagian atau memperkecil ruas gang tersebut dari seluas 3,25 meter menjadi 1,6 meter.
Upaya orang – orang itu dengan melakukan pendekatan serta membujuk warga. Namun upaya itu langsung ditolak warga dengan tetap bersikukuh mempertahankan tuntutan mengembalikan ruas gang tersebut ke kondisi semula.
“Apapun namanya, kami akan tetap mempertahankan ruas gang tersebut tetap dalam semula,” tegas Yusrizal.
Sementara, aksi pembongkaran tembok penutup Gang Setia itu oleh pihak Satpol PP Peemkab Asahan berlangsung Kamis (15/01/2026) kemarin. Proses pembongkaran yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam atau dari pukul 15.30 WIB sore hingga pukul 21.30 WIB malam itu, sempat diwarnai kericuhan yang menjuruh kearah aksi baku hantam.(gan).












