TERITORIAL24.COM, Asahan- Pergolakan kasus sengketa penutupan Gang Setia, Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kisaran Barat, Asahan, oleh Yayasan Pendidikan Maiteryawira Kisaran kelihatannya masih belum usai.
Pasalnya, pasca berlangsungnya aksi pembongkaran tembok berukurun 4,25 meter x 2 meter tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) itu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), muncul berbagai upaya yang dinilai untuk mendiskreditkan atau menyudutkan warga korban penutupan gang tersebut dan Pemkab Asahan.
Tindakan yang dapat dikatakan sebagai bentuk propaganda atau akal – akalan dalam rangka mencari pembenaran dari tindakan dungu itu, tidak hanya dilansir lewat mulut – ke mulut, juga lewat media sosial.
Di antara bentuk praktik yang diduga sengaja dilempar untuk mencari dukungan publik itu, dengan “membonceng” atau membawa – bawa issu kepentingan pendidikan dan issu agama dikarenakan terikutnya sebuah cetiya atau kelenteng berukuran kecil dalam aksi pembongkaran tembok pemicu sengketa warga dengan pihak Yayasan Pendidikan Maiteryawira itu.
Tidak diketahui maksud dan tujuan dilemparnya kalimat – kalimat yang dapat memburukkan Pemkab Asahan dan warga korban penutupan ruas gang yang sejak puluhan tahun silam menjadi akses alternatif pengguna jalan dari Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Pramuka atau sebaliknya itu.
Apakah dikarenakan hilangnya sumber mata pencaharian para pencari keuntungan di tengah konflik yang menimbulkan kerugian besar terhadap yayasan pendidikan tersebut atau juga disebabkan rasa malu dikarenakan tidak mampu mempertahankan tindakan bodoh yang bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Asahan itu.
“Kami tidak mengetahui maksud dan tujuan munculnya issu miring terhadap kami maupun Pemkab Asahan pasca pembongkaran tembok penutup gang tersebut. Yang pasti, saat ini kami hanya bisa megucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya baik kepada Pemkab Asahan maupun pihak terkait lainnya dalam permasalahan tersebut. Karena suara atau tuntutan kami dalam kasus sengketa itu masih didengar dan ditanggapi mereka,” ujar Yusrizal Dachlan, salah seorang warga korban penutupan penutupan Gang Setia ketika diminta teritorial24.com tanggapannya terkait issu – issu miring tersebut, Jum’at (16/01/2026).












