TERITORIAL24.COM, PERBAUNGAN — Ribuan warga memadati ruas jalan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat pagi, 15 Mei 2026, untuk menyaksikan pawai drumband dalam rangkaian Festival Bumi Serampang Dua Belas. Kegiatan yang diikuti sejumlah grup drumband dari berbagai daerah di Sumatera Utara itu dilepas langsung oleh Bupati Darma Wijaya.
Sebelum menghadiri kegiatan, Darma Wijaya bersama rombongan terlebih dahulu bersepeda dari rumah dinas bupati di Sei Rampah menuju lokasi acara.
Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat interaksi antara pemerintah daerah dan warga.
Sejak pagi, suasana Perbaungan tampak semarak. Warga berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan atraksi para peserta drumband yang tampil dengan beragam formasi dan aransemen musik. Sedikitnya enam grup drumband ambil bagian dalam pawai itu, baik dari Serdang Bedagai maupun sejumlah daerah lain di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Darma Wijaya mengatakan Festival Bumi Serampang Dua Belas tidak sekadar menjadi agenda hiburan masyarakat, tetapi juga sarana menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi kita untuk melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal agar tidak hilang. Tradisi, seni, dan budaya daerah harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda,” kata Darma Wijaya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Ia menilai pelestarian budaya tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan muda.
Bupati juga mengapresiasi penampilan para peserta drumband yang dinilai menunjukkan kreativitas dan disiplin tinggi.
Ia menyebut seni pertunjukan masih memiliki ruang di tengah masyarakat dan dapat menjadi media mempererat persatuan warga.
“Festival ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sergai. Kita ingin budaya lokal tetap hidup, berkembang, dan menjadi identitas daerah yang membanggakan,” ujarnya.












