Bisnis dan Teknologi

Pelajari Sistem JAKI, Wali Kota Medan Studi Banding Layanan Publik ke Pemprov DKI

467
×

Pelajari Sistem JAKI, Wali Kota Medan Studi Banding Layanan Publik ke Pemprov DKI

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, JAKARTA – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan ke Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 29 Mei 2025, untuk mempelajari implementasi aplikasi Jakarta Smart City (JAKI) sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan publik di Kota Medan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian studi tiru Pemko Medan ke Ibu Kota, selain peninjauan fasilitas pengolahan sampah RDF Plant di Rorotan.

Di Balai Kota DKI, Rico didampingi Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, Kepala Bappeda Benny Iskandar, serta Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan M. Agha Novrian.

JAKI merupakan aplikasi layanan publik digital yang dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2015 melalui unit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City.

Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur, termasuk kanal pengaduan warga, informasi transportasi publik, dan layanan kesehatan.

“Jumlah unduhan aplikasi JAKI telah mencapai sekitar empat juta dari total sebelas juta penduduk Jakarta. Dari segi jangkauan dan efektivitas, ini cukup signifikan dan menarik untuk kita pelajari,” kata Rico di sela-sela kunjungan.

Rico menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sharing knowledge demi penguatan transformasi digital di Kota Medan.

Ia menyebut bahwa pendekatan layanan digital seperti JAKI memungkinkan tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan terhubung langsung dengan warga.

“Kami ingin tahu bagaimana teknis membangun good government melalui teknologi. Hubungan antara masyarakat dan pemerintah harus berjalan dua arah, dan ini menjadi bagian penting dari transformasi digital,” ujarnya.

Rico yang pernah tinggal di Jakarta selama satu dekade menilai bahwa Ibu Kota telah mengalami lompatan besar, khususnya di bidang transportasi dan pelayanan publik. Ia menyebut Medan pun tengah bergerak menuju arah serupa.

“Jakarta berkembang cukup signifikan. Medan juga sudah berubah, dan kita tidak boleh berhenti. Justru harus lebih cepat dalam mengadopsi hal-hal baik yang sudah terbukti berhasil,” kata Rico.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *