Sumatera Utara

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

267
×

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mempercepat pembangunan infrastruktur melalui Program Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI).

Seluruh proyek INSTANSI yang bergulir pada 2025 ditargetkan selesai tepat waktu agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan dalam Temu Pers bertema “Progres Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Provinsi Sumut”, di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar serta Kepala Bidang Infrastruktur Bappelitbang Sumut Habibi Lubis.

“INSTANSI adalah pembangunan infrastruktur—jalan, jembatan, dan irigasi—yang saling terhubung dalam satu kawasan.

Tujuannya meningkatkan akses mobilitas barang dan jasa menuju pusat ekonomi, sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujar Hendra.

Untuk mendorong percepatan pembangunan, Dinas PUPR menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Program Strategis Daerah (PSD).

Keduanya bertujuan memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk memudahkan akses ke layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Melalui PHTC, Bidang Bina Marga mengerjakan enam kegiatan peningkatan struktur jalan provinsi sepanjang 16,997 km dengan total anggaran sekitar Rp106,32 miliar. Selain itu, lima jembatan dibangun dan diganti dengan total panjang 217 meter dan anggaran Rp82,62 miliar.

Di Bidang Sumber Daya Air (SDA), terdapat rehabilitasi dan peningkatan dua daerah irigasi di Kabupaten Simalungun dan Serdangbedagai dengan biaya Rp7,36 miliar.

PUPR juga melaksanakan PSD yang mencakup tiga bidang: Bina Marga, SDA, dan Cipta Karya. Pada bidang Bina Marga, enam ruas jalan sepanjang 26,6 km di Kepulauan Nias dikerjakan dengan anggaran Rp160,15 miliar.

Untuk bidang SDA, terdapat empat kegiatan pengendalian banjir dan pengamanan sungai, antara lain:

 

Perkuatan Tebing Sungai Aek Rukkare di Padangsidimpuan (24,5 meter),

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *