Sumatera Utara

Pemprov Sumut Perketat Pengawasan Makanan Bergizi di Sekolah, Hindari Kasus Keracunan

314
×

Pemprov Sumut Perketat Pengawasan Makanan Bergizi di Sekolah, Hindari Kasus Keracunan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sedang getol memperkuat pengawasan makanan bergizi (MBG) di sekolah-sekolah. Bukan tanpa sebab—beberapa waktu terakhir, muncul laporan anak-anak yang mengalami gejala mual dan pusing usai menyantap makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Senin (10/11/2025). Sejumlah instansi hadir untuk memastikan kasus serupa tak terulang. Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sumut, Novita R. Saragih, mengungkapkan bahwa sekitar 30% laporan keracunan di Sumut berasal dari SPPG.

Tapi tenang dulu—yang benar-benar terjadi di lingkungan sekolah cuma empat kasus, di antaranya di Lubuk Pakam dan Laguboti.

“Kebanyakan gejalanya ringan, cuma mual dan pusing. Tapi tetap kami tindaklanjuti,” kata Novita. Dinas Kesehatan, lanjutnya, sudah berkoordinasi dengan Puskesmas dan Badan POM untuk uji higienitas penyedia pangan sekolah dan bahan makanannya.

Dari hasil laboratorium BBPOM Medan, ditemukan mikroba macam Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella—dua nama yang kalau nongol di piring makan, bisa bikin siapa pun langsung kehilangan selera.

Kepala BBPOM Medan, Mojaza Sirait, bilang penyebab utamanya masih klasik: tangan kotor, bahan baku tak higienis, dan dapur yang pengolahannya belum sesuai standar.

Sebagai antisipasi, BBPOM sudah memberi pelatihan ke petugas SPPG biar lebih jago soal SOP kebersihan dan produksi pangan massal. Pokoknya, tak boleh ada lagi dapur yang “asal masak, yang penting kenyang.”

Sementara itu, Donal Simanjuntak, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, memastikan target gizi anak tetap dipertahankan: 2.100 kalori per porsi. Tapi ia menegaskan, kalori tinggi saja tak cukup kalau kebersihan diabaikan.

“Target gizi penting, tapi keamanan pangan jauh lebih penting. Anak sekolah harus dapat makanan yang bukan cuma bergizi, tapi juga aman,” ujarnya.

Donal menambahkan, pihaknya sudah menggelar pelatihan untuk petugas SPPG, mulai dari cara memilih bahan baku, menjaga kebersihan alat dan air, sampai mengelola limbah dapur. “SOP-nya sudah jelas, tinggal dijalankan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *