Kuliner dan Kesehatan

Pemprov Sumut Siagakan Tenaga Medis di Semua Lokasi Bencana

297
×

Pemprov Sumut Siagakan Tenaga Medis di Semua Lokasi Bencana

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan menyiagakan dokter, perawat, dan tim kesehatan di seluruh titik bencana banjir, longsor, dan banjir bandang yang melanda sejumlah daerah sejak 26 November 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia bagi puluhan ribu warga terdampak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, mengatakan dalam Temu Pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat, 5 Desember 2025, bahwa tenaga medis telah ditempatkan di posko dan titik pengungsian, termasuk di daerah yang aksesnya sulit.

“Sejak awal bencana, kami langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk melakukan upaya kesehatan kepada masyarakat di lokasi bencana,” ujarnya.

Dinkes Sumut mencatat telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Langkat.

Hingga kini, 41.950 warga masih mengungsi, 167 orang dinyatakan hilang, dan 313 orang meninggal dunia.

Di Tapteng dan Sibolga, tim medis sempat tertahan karena jalan putus di Tapsel sehingga pelayanan dialihkan sementara ke kawasan Batangtoru.

“Kami turunkan dokter, perawat, tenaga farmasi, kesehatan lingkungan, dan surveilans. Keesokan harinya kami tempatkan tiga dokter, tiga perawat, dan dua petugas surveilans di sana,” kata Hamid.

Di Langkat, Dinkes Sumut mengirim tim medis lengkap dan melakukan rotasi petugas antarkecamatan agar pelayanan tetap optimal. Upaya kesehatan ini dilakukan bersamaan dengan kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan berbagai organisasi relawan.

Hamid mengatakan fase pascabencana berpotensi memunculkan berbagai penyakit, seperti gangguan kulit, diare, ISPA, dan demam sehingga pencegahan menjadi krusial.

Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota menginventarisasi kebutuhan obat-obatan dan bahan medis habis pakai.

“Kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Dinkes Sumut juga mencatat fasilitas kesehatan terdampak bencana, termasuk 18 rumah sakit, 25 puskesmas, 19 puskesmas pembantu, serta sejumlah poskesdes. Sebagian tidak dapat beroperasi karena terendam banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *