TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai menyusun strategi pengembangan kawasan unggulan berbasis tiga sektor utama: perkebunan, perikanan, dan peternakan.
Langkah ini diarahkan untuk mendorong setiap komoditas naik kelas menjadi produk bernilai industri.
Untuk sektor perkebunan, Pemprov Sumut menetapkan kelapa, kopi, dan aren sebagai komoditas unggulan.
Di sektor perikanan, fokus pengembangan tertuju pada ikan asin dan ikan teri. Sementara di sektor peternakan, pemerintah daerah masih mengkaji dua kandidat utama: sapi potong atau kambing sapera.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan bahwa seluruh rencana ini masih berada pada tahap perumusan strategi.
“Kita sedang merancang pendekatan yang tepat, bukan sekadar memberi bantuan lalu putus begitu saja, tetapi memastikan programnya berkelanjutan dan hasilnya jelas,” katanya saat memimpin rapat dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Dinas Kelautan dan Perikanan di Rumah Dinas Gubernur, Kamis (13/11/2025).
Bobby menjelaskan bahwa pengembangan komoditas unggulan tersebut akan ditempuh melalui lima tahap.
Perencanaan dimulai pada 2025–2026, kemudian pengadaan dan pembangunan infrastruktur pada 2026, disusul penguatan SDM di tahun yang sama.
Tahap hilirisasi dijadwalkan pada 2027–2028, sebelum akhirnya komoditas tersebut diarahkan masuk ke skala industri pada 2029.
“Menuju industri itu butuh proses, tapi program ini akan memberi dampak signifikan bagi perekonomian Sumut dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak,” ujar Bobby, didampingi Kepala Bappelitbang Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan menjadi salah satu prioritas Gubernur Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya.
“Kita harus bekerja keras untuk mencapai target ini. Tidak mudah dan tidak singkat, tapi dampaknya akan besar bagi Sumatera Utara,” tutup Bobby.(Anggi)












