Kota Medan

Penurunan Bendera di Lapangan Merdeka Medan: Khidmat, Adat Toba, dan Bonus Lomba Gapura

2438
×

Penurunan Bendera di Lapangan Merdeka Medan: Khidmat, Adat Toba, dan Bonus Lomba Gapura

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Senja 17 Agustus 2025 di Lapangan Merdeka terasa lebih syahdu dari biasanya. Upacara penurunan Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 RI berlangsung khidmat, dihadiri ribuan warga dan pejabat kota.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tampil sebagai inspektur upacara dengan pakaian adat Toba—membuktikan kalau seragam resmi upacara tak selalu harus jas hitam atau PDU. Forkopimda, Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin, Ketua TP PKK Airin Rico Waas, Sekda Wiriya Alrahman, hingga tokoh masyarakat ikut mendampingi.

Saat bendera diturunkan oleh Paskibraka, suasana lapangan mendadak hening. Semua berdiri tegak, memberi hormat.

Lagu Indonesia Raya berkumandang, dan momen sederhana itu seolah jadi reminder bersama bahwa kemerdekaan bukan cuma seremoni tahunan.

Tak hanya penurunan bendera, upacara juga diwarnai dengan penganugerahan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo Subianto. Ada yang 30 tahun, 20 tahun, sampai 10 tahun pengabdian.

Nama-nama pejabat kota dipanggil satu per satu: dari kepala bidang perdagangan, camat, sampai pejabat urusan pemberdayaan masyarakat.

Singkatnya, ini momen “pentas penghargaan” buat ASN yang sudah setia bekerja tanpa pindah jalur.

Sebagai penutup, diumumkan juga pemenang Lomba Gapura Tingkat Kota Medan.

Kecamatan Medan Denai keluar sebagai juara pertama, disusul Medan Tuntungan dan Medan Petisah. Jadi, selain bendera yang turun dengan khidmat, gapura-gapura pun ikut jadi sorotan.

Upacara ditutup dengan suasana kekeluargaan. Warga pulang dengan bangga, para pejabat dengan penghargaan baru, dan Medan dengan gapura terbaiknya.(Anggi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *