Karena itu, tanah jangan dibiarkan menganggur ketika masih bisa diolah. Ilmu jangan dibiarkan tersimpan ketika masih bisa diamalkan. Dan waktu jangan dibiarkan berlalu tanpa kebaikan.
Pesan Ustadz Zainal menjadi pengikat seluruh rangkaian kegiatan: bertani dan beternak bukan hanya tentang bagaimana memperoleh hasil, tetapi bagaimana menjadikan ikhtiar mencari rezeki sebagai jalan memperbanyak amal saleh.
Pada akhirnya, Sekolah Tani boleh ditutup secara acara.
Namun bagi mereka yang telah belajar, sesungguhnya perjalanan baru saja dimulai—dari ruang belajar menuju ladang, dari ilmu menuju amal, dan dari ikhtiar dunia menuju keberkahan akhirat.
Sebab waktu terus berjalan.
Dan sebagaimana pesan QS. Al-‘Ashr yang menginspirasi tausiyah Ustadz Zainal, jangan sampai usia yang diberikan Allah berlalu, sementara amal yang kita tinggalkan terlalu sedikit.***












