Kecintaan pada budaya, katanya, akan menumbuhkan saling hormat antarwarga.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga situs-situs bersejarah, termasuk masjid tempat acara berlangsung, sebagai pengingat perjuangan umat terdahulu.
Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara Sukronedi, Ketua MUI Medan H. Hasan Matsum, unsur Kerapatan Adat Diraja Kedatukan Sunggal Serbanyaman, serta Sekda Medan Wiriya Alrahman.
Kehadiran mereka mempertegas bahwa tradisi bukan hanya milik masa silam, melainkan juga bagian dari agenda kebudayaan hari ini.
Bagi Pemerintah Kota Medan, mempopulerkan budaya lokal adalah kerja panjang.
Rico menegaskan komitmen agar tradisi tetap hidup dan dikenal generasi muda. Indonesia, katanya, memiliki kekayaan budaya luar biasa dari Aceh hingga Papua—warisan yang tak ternilai dan layak dibanggakan.
Petang itu, di antara percik air limau dan alunan pantun, pesan tentang jati diri kembali ditegaskan. Tradisi mungkin tampak sederhana. Namun di sanalah, sebuah bangsa merawat ingatannya.(Anggi)












