Sebagai narasumber, hadir pelatih SSB Anak Tebing Tinggi, Ismail, yang membagikan perjalanan panjangnya di dunia sepak bola.
Ia merupakan mantan pemain Kartini Putra Tebing Tinggi sebelum kemudian memperkuat PSKTS, klub yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tebing Tinggi.
Ismail juga pernah satu angkatan pada tahun 1987 bersama pesepak bola nasional Ansari Lubis dan ikut membawa tim meraih prestasi peringkat keempat tingkat nasional.
Di dunia kepelatihan, Ismail berhasil mengantarkan SSB Anak Tebing Tinggi menjuarai turnamen sepak bola kelompok usia U-12 di Yogyakarta pada tahun 2023.
Dalam dialog bersama moderator, Ismail berharap pemerintah daerah beserta seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian lebih besar terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
“Potensi anak-anak Tebing Tinggi sangat besar. Yang dibutuhkan adalah pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang rutin, serta dukungan semua pihak agar sepak bola kota ini kembali berjaya,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar PKS dapat menginisiasi penyelenggaraan Ramadhan Cup sebagai wadah kompetisi yang mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat dari Kota Tebing Tinggi.
Optimisme untuk Kemajuan Sepak Bola Daerah
Menanggapi usulan tersebut, Anda Yasser Albantani menyampaikan apresiasi dan berharap sepak bola Kota Tebing Tinggi kembali berjaya.
“Insya Allah ke depan kita ingin sepak bola Kota Tebing Tinggi semakin maju dan mampu melahirkan pemain-pemain berprestasi. Usulan Ramadhan Cup menjadi masukan yang sangat baik untuk kita perjuangkan,” katanya.
Suasana dialog semakin hangat ketika moderator menanyakan tim favorit kedua narasumber pada laga final.
Ismail mengaku menjagokan Argentina, sedangkan Anda Yasser memilih Spanyol dan memprediksi akan menang dengan skor tipis.
Prediksi tersebut akhirnya terbukti. Setelah pertandingan berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu, Spanyol sukses mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 sekaligus memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2026.
Sorak-sorai pendukung kedua tim mewarnai jalannya pertandingan. Meski berbeda pilihan, seluruh peserta tetap menjaga sportivitas, saling menghormati, dan menikmati pertandingan dalam suasana penuh kebahagiaan.












